Senin, 17 Januari 2011   10:24:36

p.MsoNormal { margin: 0in 0in 10pt; line-height: 115%; font-size: 11pt; font-family: “Calibri”,”sans-serif”; }TERLALU BESAR VOLUME LAHAR DINGIN DI MERAPI

 

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan volume lahar dingin yang ada di puncak Gunung Merapi terlalu besar, sehingga tidak mampu ditapung oleh infrastruktur yang berada di sungai-sungai sekitar Merapi. Diperkirakan volume lahar dingin di puncak Merapi mencapai 140 juta meter kubik. Padahal kapasitas infrastruktur (sabodam) yang dibangun di sungai-sungai sekitar Merapi hanya 20 juta meter kubik. Hal ini disampaikan Menteri PU dalam dialog Selamat Pagi Nusantara TVRI Jakarta hari ini (17/1).

 

Sebenarnya pemerintah khususnya Kementerian PU telah melakukan persiapan-persiapan kemungkinan terjadinya banjir lahar dingin. Tidak hanya Merapi. Tabiat gunung api seperti Semeru, Kelud dan Merapi setiap kali meletus, baik kecil maupun besar. Kita sudah melakukan tindakan mitigasi, darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Khusus untuk Gunung Merapi lanjut Menteri PU, hampir rutin meletus baik kecil maupun besar. Bahaya Merapi adalah kalau meletus mengeluarkan lahar panas dan awan panas. Setelah selesai meletus bahaya kedua adalah lahar dingin. Karena sudah rutin antisipasi juga sudah dilakukan. Antisipasi itu adalah dibangunnya tempat-tempat pengungsian dan prasarana pendukungnya. Setelah selesai meletus bahaya  lahar dingin yang dikeluarkan akibat letusan di puncak sewaktu-waktu akan mengalir ke bawah apabila diguyur hujan.

 

Dijelaskan Menteri PU, lahar dingin berupa debu, pasir kerikil dan batu-batuan akan mengalir melalui 15 sungai (Putih, Blongkeng, Pabelan, Woro, Gendol, Boyong, Krasak, Batang, Senowo, Trising, Opak, Bebeng, Kuning, Apu dan Lamat)  yang berhulu di Gunung Merapi.  Untuk itu dari tahun-ketahun secara bertahap, Kementerian PU sudah membangun sabo dam yang gunanya untuk menampung aliran lahar dingin dari puncak, agar tidak langsung mengalir ke hilir yang bisa merusak apa saja yang dilalui.

Pengerukan Material lahar dingin dan batuan merapi

Sampai saat ini sabodam yang sudah terbangun di 15 sungai tersebut mencapai 244 buah dengan kapasitas seluruhnya 20 juta meter kubik. Sehingga tidak mungkin bisa menampung volume lahar dingin yang besar yaitu 140 juta meter kubik dari Merapi . Kondisi palung-palung 15 sungai juga hampir penuh dengan material lahar dingin. Di beberapa lokasi bahkan menerjang permukiman penduduk, jembatan  dan jalan raya.

 

Djoko Kirmanto menambahkan, sebagai upaya prioritas dalam tanggap darurat bencana lahar dingin Merapi dilakukan pengerukan material batu-batuan dengan menggunakan 76 unit alat berat. Jumlah tersebut baru 50% dari kapasitas yang dibutuhkan. Diharapkan dengan pengerukan tersebut palung-palung sungai dapat berfungsi sebagai alur sungai seperti semula. Tetapi karena kapasitas menggali itu tidak sebanding dengan volume lahar dingin yang datang dari atas, sehingga palung-palung sungai selalu penuh dan meluap.

 

Sementara itu, dengan adanya kerusakan jembatan di Desa Tlatar, Kec. Sawangan, Kabupaten Magelang akibat banjir lahar dingin, Menteri PU mengatakan walaupun itu bukan menjadi kewajiban Kementerian PU, tetapi akan diupayakan perbaikan dengan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Magelang. Hal ini dilakukan agar 15 desa yang berada di seberang jembatan tidak terisolir dengan daerah lain.

 

Terkait dengan kemungkinan relokasi penduduk, saat ini instansinya bersama BNPB (BadanNasional Penanggulangan Bencana) dan Pemda setempat sedang melakukan evaluasi kerusakan-kerusakan akibat bencana Merapi. Daerah-daerah mana yang masih bisa ditempati dan daerah mana yang tidak mungkin lagi bisa ditinggali.  Selanjutnya untuk program Rehabilitasi saat ini sedang disusun oleh Bappenas dan instansi terkait lainnya. Karena cuaca yang belum bersahabat, sehingga hasilnya belum final, tetapi proses sedang berjalan, tutur Menteri PU. (sr/anti)

Published by arijiopon

Earhtquake Observer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: